Contoh Surat Gugatan Perceraian


Contoh Surat Gugatan Perceraian

Kota, Tanggal, Bulan, dan Tahun

Kepada Yang Mulia.
Ketua Pengadilan Agama ..........
Jl........................
di –
Sebutkan Lokasi

Perihal            :      CERAI GUGAT

Dengan Hormat,
Yang bertanda-tangan di bawah ini :

PRATAMA, S.H., M.H. & ........................ merupakan para Advokat, Konsultan Hukum dan Penasihat Hukum pada Firma Hukum (Sebutkan nama Kantor), berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal .............. (terlampir). Beralamat di Jalan (Alamat Kantor), dalam hal ini bertindak untuk dan atas kepentingan hukum klien kami:

Nama                            :
Tempat, Tanggal Lahir  :
Jenis Kelamin               :
Agama                          :
Pekerjaan                     :
Kewarganegaraan        :
Alamat                          :

untuk selanjutnya disebut sebagai PENGGUGAT;

dari dan oleh karena itu dengan ini membuat, menandatangani dan mengajukan gugatan cerai gugat terhadap:

                 Nama                            :
                  Tempat, Tanggal Lahir  :
                  Jenis Kelamin               :
                  Agama                          :
                  Pekerjaan                     :
                  Kewarganegaraan        :
                  Alamat                          :

untuk selanjutnya disebut sebagai TERGUGAT;

Gugatan ini didasarkan pada alasan-alasan atau dalil-dalil seperti diuraikan di dawah ini:

1.  Bahwa hubungan antara Penggugat dengan Tergugat adalah hubungan suami istri yang melangsungkan perkawinan pada tanggal ................., yang telah dicatat oleh Pegawai Pencatat Nikah Kantor Urusan Agama Kecamatan .................... sebagaimana dalam Kutipan Akta Nikah Nomor ................ tanggal ....................;

2.  Bahwa setelah pernikahan tersebut Penggugat dengan Tergugat bertempat tinggal di (Alamat Rumah Suami Isteri) sampai sekarang;

3.  Bahwa selama pernikahan tersebut Penggugat dengan Tergugat telah dikaruniai ........... orang anak yang bernama:

........................... lahir tanggal ............................, sebagaimana telah dicatat oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil ................... sesuai Kutipan Akta Kelahiran Nomor ........................ tanggal ....................., yang sekarang anak tersebut berada dalam asuhan kedua belak pihak;

4.  Bahwa pada mulanya rumah tangga Penggugat dan Tergugat dalam keadaan rukun, namun sejak tahun ............... ketentraman rumah tangga Penggugat dengan Tergugat mulai tidak harmonis, yaitu antara Penggugat dengan Tergugat sering terjadi perselisihan dan pertengkaran;

5. Bahwa dalam perselisihan dan pertengkaran tersebut, Tergugat (kejadian yang menyebabkan ingin cerai, misalnya sering memukul) Penggugat;

6. Bahwa adanya perselisihan dan pertengkaran yang terus menerus tersebut mengakibatkan rumah tangga Penggugat dan Tergugat tidak ada kebahagiaan lahir dan batin dan tidak ada harapan untuk kembali membina rumah tangga yang kekal selama-lamanya sebagaimana diamanatkan;

7.  Bahwa pihak keluarga sudah berusaha mendamaikan Penggugat dan Tergugat namun tidak berhasil;

8.  Bahwa sebagaimana uraian di atas, gugatan Penggugat telah memenuhi alasan perceraian sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 Jo. Pasal 19 Peraturan Pemerintah No. 9 Tahun 1975 tentang Perkawinan Jo. Kompilasi Hukum Islam Pasal 116 huruf d dan huruf f yang menetapkan bahwa: “d. salah satu pihak melakukan kekejaman atau penganiayaan berat yang membahayakan pihak lain”. Dan “f. antara suami dan isteri terus menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran dan tidak ada harapan akan hidup rukun lagi dalam rumah tangga”.


Berdasarkan segala uraian yang telah Penggugat kemukakan, Penggugat mohon kepada Ketua Pengadilan Agama ............... untuk memanggil para pihak yang bersengketa pada suatu persidangan yang ditentukan untuk itu guna memeriksa dan mengadili gugatan ini dan selanjutnya berkenan memeriksa dan memutuskan dengan amar sebagai berikut:

1.  Mengabulkan gugatan Penggugat;
2.  Menjatuhkan talak satu Ba’in Shugra dari Tergugat kepada Penggugat;
3.  Menetapkan biaya menurut hukum.

SUBSIDER:

Apabila Majelis Hakim yang memutus perkara ini berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono).

Demikian gugatan ini diajukan, semoga Ketua Pengadilan Agama ............... berkenan mengabulkannya.


Hormat kami,
Kuasa Hukum Penggugat



PRATAMA, S.H., M.H.



...................................... S.H.

Tidak ada komentar untuk "Contoh Surat Gugatan Perceraian"

loading...
Hosting Unlimited Indonesia
loading...

Berlangganan via Email