FENOMENA PRANK DI INDONESIA



Baru-baru ini muncul video prank dari seorang Youtuber di daerah kota Bandung yang membagikan sembako, isi dari semabko tersebut isinya sampah. Fenomena tersebut viral di media sosial dan membuat publik heboh serta mengecam tindakan youtuber tersebut.

Memahmi hal tersebut, kata Prank diambil dari kata berbahasa inggris yang mempunyai arti kelakar, olok-olok, seloroh, senda gurau, menipu atau mengibuli (John M. Echols dan Hassan Shadily, 2008: 442). Fenomena Prank di Indonesia, fenomena tersebut semakin hari semakin populer dan diikuti oleh anak-anak, remaja sampai dewasa. Hal ini tentunya merusak moral generasi selanjutnya yang melihat video prank dianggap hal yang wajar.

Candaan yang dibolehkan adalah bercanda sesuai dengan hal yang wajar, hanya sekedar untuk membuat suasana meriah untuk menghilangkan kejenuhan pada saat aktifitas sehari-hari. Seringkali pada saat bekerja membuat seseorang mudah jenuh dan bosan kemudian badan akan menjadi kurang semangat, lesu dan mudah sensitif terhadap berbagai hal, apalagi rentan terhadap penyakit stress berat. Sesuai dengan kondisi tersebut maka candaan diperlukan untuk sekedar meghibur dan mengobati kejenuhan sementara. Namun bercanda tidak boleh sampai melewati batas seperti, membuka aib orang lain, candaan yang berujung fitnah atau hal-hal yang tidak disukai bagi orang yang diajak bercanda.

Beberapa contoh dari kasus Prank yang sering terjadi sekitar tahun 2015, semakin hari Prank dilakukan semakin brutal bahkan hal tersebut dilakukan dengan melanggar peraturan hukum. Mereka melakukan Prank untuk saling berlomba untuk mendapatkan penonton di Youtube. Mulai dilakukan Prank dengan tetangga, orang tak dikenal bahkan polisi, dan konten prank lainnya yang memang tidak berfaedah bahkan dapat merugikan pihak lainnya yang terkena dampak perbuatan tersebut.

Pada 3 Mei 2020 publik dihebohkan dengan perbuatan seorang youtuber yang memberikan sembako dengan isi sampah, hal ini sontak menjadi bahan perbincangan masyarakat di media sosial atau obrolan sehari-hari dengan kerabat dan tetangga. Sehari kemudia setelah video itu viral rumah pelaku pencetus prank tersebut digeruduk massa. Namun, pelaku tidak ada di rumahnya. Atas ketidaknyamanan tersebut banyak masukan dari publik untuk membawa kasus ini ke ranah hukum. Beberapa diantara mereka merasa begitu terhina lantaran diberikan sembako berisi sampah. Apalagi mereka juga sedang sangat membutuhkan bantuan sembako apalagi di tengah wabah virus corona atau pandemi covid-19.

Pada 4 Mei 2020, teman pelaku berinisial T pun lekas diringkus polisi. T ini merupakan teman dari pelaku yang sama-sama ikut membuat konten prank sembako isi sampah. Bahkan T pun kelihatan cukup banyak dalam video prank sembako isi sampah tersebut. Polisi terus melakukan penyelidikan dan membuntuti mobil Pelaku yang mengarah ke Bogor. Mobil itu kemudian diberhentikan polisi di kawasan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Selasa tanggal 5 Mei 2020. Namun yang ada di dalam mobil tersebut adalah ayah pelaku. Saat itu polisi memunculkan dugaan bahwa keberadaan pelaku disembunyikan oleh orangtuanya. 

Pada 6 Mei 2020 Gubernur Jawa Barat Ridwan kami berkomentar mengenai kasus ini yang intinya beliau mengatakan bahwa tindakan tersebut adalah tindakan amoral antar manusia yang dilakukan oleh youtuber dengan konten yang menghinakan. Lebih dari itu Ridwan kamil menyatakan “mudah-mudahan itu adalah contoh terburuk dari sifat manusia, kepada warga Jabar khususnya milenial dan generasi Z, jangan ditiru. Kreatiflah dengan positif, bukan kreatif dengan konten-konten negatif atau menghina sesama manusia” dam pada 8 Mei 2020 pelaku ditangkap reserse Polrestabes Bandung di Jalan Tol Tangerang-Merak, Banten.

Hal di atas adalah kronologis kejadian yang penulis dapat dari berbagai media online, akan tetapi penulis tidak akan menghujat apa yang sudah dia lakukan, karena sejatinya manusia mempunyai watak kealpaan. Hari ini kita tidak hidup dalam keadaan nyawa dibayar dengan nyawa, mati dibayar dengan mati. Manusia dewasa ini harus terus berkembang tanpa mengesampingkan norma-norma yang terkandung dalam masyarakat. Kebiasaan membuat konten prank akan menjadi suatu kebiasaan apabila tidak dihentikan dengan batasan-batasan naluri intelektual seseorang.

Apabila direlasikan dengan konsep sosiologi hukum. Maka hukum berfungsi sebagai sarana Social Control (Pengendalian Sosial). Hukum sebagai sosiol control akan terwujud ketika terdapat kepastian hukum, dalam arti adanya suatu undang-undang harus benar-benar dilaksanakan oleh penguasa, penegak hukum. Hukum harus menjalankan usahanya sedemikian rupa sehingga konflik konflik serta kepincangan kepincangan yang mungkin timbul tidak mengganggu ketertiban serta produktivitas masyarakat.

Apabila direlasikan dengan kasus konten prank yang marak terjadi di Indonesia, maka sudah barang tentu bisa membawanya ke jalur hukum dengan kepastian hukum yang termuat dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, Undang-Undang ITE, maupun Undang-Undang yang berelasi dengan kasus tersebut. Lalu apakah adanya kepastian tersebut menjadikan masyarakat tertib dan tidak melakukan konten tersebut. Pandangan penulis walaupun ada hukum tertulis mengenai larangan konten prank tersebut maka akan menjadi sia-sia ketika konten prank sudah menjadi kebiasaan, dan jika konten tersebut dapat menghasilkan uang maka tidak menutup kemungkinan konten itu dibiasakan. Orientasi orang hari ini adalah uang, segala aktifitas yang bisa menghasilkan maka akan dilakukan. Lalu  sifat jahil manusia sudah ada sejak kita bermain dengan kawan-kawan di masa lampau, dan terbiasa dengan bentuk-bentuk kejahilan yang bahkan bisa menyebabkan kerugian.

Masyarakat yang menghujat balik pelaku tersebut, bahkan sampai dipelonco di rumah tahanan. Hemat penulis sejatinya manusia bisa berubah dari yang jahat menjadi baik, dari baik bisa menjadi jahat. Janganlah sampai kita melontarkan hinaan balik kepada mereka yang berbuat kesalahan. Proses pembinaan dalam lembaga pemasyarakatan harus dilakukan sebaik mungkin.

"Kami menasihati kepada orang-orang yang melakukan perbuatan olok-olok seperti ini untuk segera bertaubat kepada Allah dan hendaklah komitmen dengan syariat-Nya. Kami menasihati untuk berhati-hati melakukan perbuatan mengolok-olok orang yang berpegang teguh dengan syariat ini dalam rangka taat kepada Allah dan Rasul-Nya"
(Download Naskah Lengkapnya)

Tidak ada komentar untuk "FENOMENA PRANK DI INDONESIA"

loading...
Hosting Unlimited Indonesia
loading...

Berlangganan via Email